Sabtu, 23 Juni 2012

UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2011/2012



1. Kejuaraan UNY CUP IV JAWA-BALI Yogyakarta 2010



2. Osh ! Dua (2) Atlet karate BKC Cab.Kota Banjar berhasil meraih medali perunggu dan 1 medali perak pada kejuaraan "UNY CUP IV" Jawa-Bali yg diselenggarakan pd tgl 17-18 Juli 2010 di Yogyakarta. Dalam kej.yg memperebutkan Piala Bergilir Rektor UNY,Piala tetap Gubernur DIY,Piala tetap KAPOLDA DIY dan Piala tetap FORKI DIY itu diikuti oleh berbagai macam perguruan karate yg ada di indonesia ini, BKC Cab. KOta Banjar mengirimkan 4 orang atlet semuanya turun di kelas kata.yaitu :
1. Muhamad.Galuh Mustopa (SMAN I Bjr/sekarang di UNIGAL) kelas KATA Junior juara ke 2
2. Miftha Ch. (SMPN I Bjr) kelas KATA Kadet juara ke 3
3. Gerri Cagliary(SDN I Bjr) kelas KATA Pra Pemula juara ke 3
4. Farikha F(SDN 3 Bjr) kelas KATA Usia Dini msk 10 besar
Kontingen BKC Cab.Kota Banjar berangkat pd tgl 15 Juli 2010 setelah mendapat restu dr Ketua Harian BKC Cab.Kota Banjar /Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjar yaitu Drs.Dadang R.Kalyubi
Kontingen BKC Cab.Kota Banjar di pimpin oleh Kg Rohartono (Bid.Pertandingan) sbg Manajer,Kg Robin Kholik (Bid.Dokumentasi),Kg Parman(Bendahara),dan Kg Uju (MPK/Kesehatan). Osh!

3.Berikut adalah bukti bahwa saya mengikuti kejua

                                          
                                                                 waktu bertanding  

                                   
                                                                       fikri juara 1
                                                             muhamad galuh juara 2 
                                                                      anton juara 3







                                                                        Medali Perak










Kamis, 14 Juni 2012

Pembukaan POPDA Tahun 2012


Pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tahun 2012 rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 2012 di GOR Pajajaran Bandung dan rencananya juga akan langsung dibuka oleh Gubernur Jawa Barat.
Pembukaan akan dihadiri oleh seluruh peserta Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Barat yaitu 26 Kota / Kabupaten yang ada di Jawa Barat
Pada Kegiatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Barat Tahun 2012 akan mempertandingkan 17 Cabang Olahraga yaitu :
  1. Atletik
  2. Bola Basket
  3. Bola Voli
  4. Bulutangkis
  5. Dayung
  6. Gulat
  7. Judo
  8. Karate
  9. Panahan
  10. Pencak Silat
  11. Renang
  12. Senam
  13. Sepakbola
  14. Sepak Takraw
  15. Tae Kwon Do
  16. Tenis Meja
  17. Tenis Lapang
Pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Barat Tahun 2012 memperebutkan 217 Medali Emas, 217 Medali Perak dan 288 Medali Perunggu.


Tempat Pertandingan

TEMPAT DAN JADWAL PERTANDINGAN
PEKAN OLAHRAGA PELAJAR DAERAH (POPDA) JAWA BARAT
TAHUN 2012
NO CABANG OLAHRAGA TEMPAT PERTANDINGAN TANGGAL PELAKSANAAN
1 ATLETIK Lap. Atletik Pajajaran Bandung 5 - 7 JULI 2012
2 BOLA BASKET GOR Tunas Jalan Cibadak Bandung 4 - 8 JULI 2012
3 BOLA VOLI GOR Pajajaran Bandung 4 - 8 JULI 2012
4 BULUTANGKIS GOR Bandung Jalan Jakarta Bandung 5 - 7 JULI 2012
5 DAYUNG Danau Cipule Karawang 5 - 7 JULI 2012
6 GULAT GOR Gulat Pajajaran Bandung 5 - 6 JULI 2012
7 JUDO GOR JIB Jalan Emung Bandung 7 - 8 JULI 2012
8 KARATE GOR PDAM Jalan Badak Singa Bandung 4 - 6 JULI 2012
9 PANAHAN Lapangan Panahan Jalak Harupat Soreang 5 - 7 JULI 2012
10 PENCAK SILAT GOR Saparua / GOR Sasakawa Pajajaran Bandung * 4 - 8 JULI 2012
11 RENANG Kolam Renang UPI Bandung 6 - 7 JULI 2012
12 SENAM GOR Senam Tera Bandung 5 - 6 JULI 2012
13 SEPAKBOLA  Lap Sepakbola SECAPA TNI AD Jl. Hegarmanah Bandung 4 - 8 JULI 2012
14 SEPAK TAKRAW GOR BSD Riung Bandung 4 - 6 JULI 2012
15 TAE KWON DO  GOR Univ. Widyatama Jl. Suci Bandung 5 - 7 JULI 2012
16 TENIS MEJA GOR Jasa Marga Cabang Bandung (Pasteur) 5 - 7 JULI 2012
17 TENIS LAPANG Lapangan Tenis Taman Maluku Bandung * 4 - 6 JULI 2012
            *) Tempat masih dalam perencanaan

Kejurnas Karate Piala Mendagri di Manado

KBRI, Manado : Manado Sulawesi Utara mendapat kepercayaan menjadi penyelenggara Kejuaraan Nasional Karate Kadet dan Yunior Piala Mendagri 2012 yang akan berlangsung pada 1-3 Juni mendatang dI GOR Arilasut Kayuwatu. Event tersebut akan diikuti 700 karateka dari 33 provinsi di Tanah Air.
Sekum Pengprov Forki Sulawesi Utara Mario Mangual dalam dialog Kronika Olahraga, Jumat (25/5) petang, mengatakan, Sulawesi Utara siap menggelar Kejurnas Piala Mendagri yang ke-16 kalinya itu. Menurut Mario, selain GOR yang akan menjadi tempat bertanding para karateka, panitia juga telah siap memfasilitasi para peserta berupa akomodasi dan tranportasi.
“Persiapan sampai saat ini sudah kami matangkan, tinggal sekarang kita menunggu para peserta yang akan mendaftar ke sekretariat panitia. Dan kami juga selaku pengurus provinsi Sulawesi Utara telah mendukung penuh, terutama pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam hal ini Gubernur Sulawesi Utara dan Sekda Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.Dan berbagai pihak juga telah mendukung dan kami sangat bangga sekali atas dukungan dari berbagai pihak,” ujar Mario Mangual.
Kejurnas karate Piala Mendagri yang akan berlangsung selama tiga hari itu dijadikan ajang seleksi oleh Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) untuk mengikuti Kejuaraan Karate Asia AKF 2012.
“Saya kira persaingan di Kejurnas nanti akan ketat, karena ini merupakan ajang seleksi PB Forki untuk menjaring karateka mengikuti Kejuaraan Karate Asia AKF,” tambah Mario Mangual.
Kejuaraan Asia AKF akan diselenggarakan di Uzbekistan pada 9-15 Juli mendatang. Selain nomor kata, Kejurnas Karate Kadet dan Yunior Piala Mendagri 2012 juga mempertandingkan nomor kumite, baik perorangan maupun beregu putra-putri.  (ARN/HF) (Editor : Heri Firmansyah)

Sumber : rri.co.id

Sabtu, 09 Juni 2012

Fitness Mania

Minggu, Oktober 18, 2009


Jalan Pintas Menurunkan Berat Badan

Urusan menurunkan berat badan adalah perkara gampang-gampang susah. Selain diperlukan komitmen yang kuat, kita pun harus mematuhi anjuran tertulis dari buku penuntun diet dan saran dari para ahli nutrisi. Mulai dari mengurangi jumlah makanan yang dimakan, memilih makanan sampai pengaturan menu dan jenis olahraga yang cocok. Namun, apa yang terjadi ? Tak sedikit pun anjuran tersebut mendorong kita untuk memulai berdiet. Alih-alih berdiet, nyali untuk berdiet sudah lebih dulu menciut.
Padahal tahukah anda, banyak kebiasaan baru yang bisa anda lakukan, yang bisa membuat anda tergerak untuk menurunkan berat badan. Awali diet dengan tidak "bertindak" terlalu keras pada tubuh. Biarkan tubuh menerima perubahan secara perlahan-lahan dengan cara berikut:
  1. Membiasakan diri untuk meminum air putih atau ngemil buah sebelum makan. Teori ini merupakan cara termudah untuk mengurangi jumlah makanan yang akan masuk ke dalam perut.
  2. Usahakan agar lemari makan atau kulkas hanya berisi makanan tidak siap saji alias makanan yang harus diolah dulu. Dengan cara ini, anda pasti akan lebih malas untuk memulai menyiapkannya, betul bukan ?
  3. Memajang barang-barang atau gambar yang membuat anda terus terinspirasi untuk diet, misalnya gantung celana kulit kesayangan anda ditempat yang bisa anda lihat atau foto anda yang paling cantik.
  4. Tidur yang cukup adalah makanan yang baik bagi tubuh. Penelitian yang dilakukan The University of Chicago menyebutkan bahwa tidur dapat mempercepat metabolisme pada tubuh wanita hingga 40 persen.
  5. Jangan lupakan sarapan! Selain untuk mendongkrak energi, sarapan akan membantu anda mengurangi jumlah makanan yang masuk saat makan siang.
  6. Menjauhkan makanan kecil dari pandangan, terutama saat anda sedang nonton TV, membaca buku atau di meja kantor.
  7. Meninggalkan kebiasaan makan yang buruk, seperti makan ditempat tidur atau makan sambil nonton TV.
  8. Mengatur jumlah porsi makanan anda sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan oleh perut. Makanlah jika perut anda benar-benar merasa lapar dan pastikan bahwa yang lapar perut anda bukan mulut anda.
  9. Memperbanyak makan sayur dan buah, lupakan ayam goreng dengan kulitnya yang renyah serta kurangi frekuensi kunjungan ke restoran cepat saji.
  10. Biasakan untuk minum teh hijau setidaknya tiga cangkir sehari. Hasil studi yang dilakukan oleh The University of Switzerland mengungkapkan bahwa teh hijau sanggup membantu membakar kalori di dalam tubuh dalam jumlah yang cukup lumayan.
  11. Berbagi pekerjaan rumah tangga dengan pembantu, hanya untuk membersihkan dan menyapu kamar tidur anda sendiri setiap pagi. Aktivitas ringan ini merupakan bentuk lain dari olahraga yang dapat membentu membakar kalori.
  12. Jika ada tangga, mengapa harus naik lift ? Selain tubuh sehat, kalori juga akan terbakar secara otomatis.

Seputar Program Pembakaran Lemak

Prinsip pengaturan waktu latian :
  1. Untuk membakar lemak, lakukan olahraga disaat kadar gula dalam kondisi rendah atau dalam keadaan perut kosong.
  2. Lakukan olahraga apa saja asalkan bukan angkat beban dan detak jantung berada di level 65% selama kurang lebih 45 - 60 menit.
  3. Waktu yang terbaik adalah pada pagi hari setelah bangun tidur dan perut kosong.
  4. Jika latihannya siang atau malam hari, lakukan dengan waktu latihan yang lebih lama sekitar 60 - 90 menit atau lakukan latihan beban terlebih dahulu kurang lebih 45 menit setelah itu baru latihan kardio.

Fakta dari latihan kardio (cardio exercise) :
  1. Semakin cepat kita berlari di treadmill, maka kalori yang dibakar berasal dari karbohidrat.
  2. Lemak di bakar saat kita melakukan latihan kardio pada level moderate exercise yaitu detak jantung berada pada 65% detak jantung maksimal.
  3. Jika detak jantung kita berada diatas 70% detak jantung maksimal, maka kita membakar karbohidrat.

Kecanduan Otot Yang Mematikan

Obsesi terhadap bentuk tubuh yang indah bukan hanya didominasi oleh kaum hawa saja namun juga terjadi pada kaum adam. Hanya saja bedanya jika wanita mengidamkan bentuk tubuh kurus langsing, sebaliknya para pria terobsesi dengan tubuh yang berotot dan besar seperti Arnold Schwarzenegger.
Obsesi membentuk otot-otot tubuh yang besar dapat digolongkan sebagai gangguan mental serius muscle dysmorphia. Pada penderita gangguan mental ini meski telah memiliki bentuk tubuh seperti Arnold Schwarzenegger tetap merasa tubuhnya lemah. Akibatnya penderita muscle dysmorphia berpotensi mengalami stress berat. Bahkan sejumlah besar pasien yang membutuhkan perawatan rumah sakit ditemukan mengurung diri di dalam rumah atau melakukan bunuh diri.
Menurut psikolog Amerika Katherine Philips, direktur Body Dysmorphic Programme pada Brown University School of Medicine di Providence, Rhode Island penderita muscle dysmorphia berpotensi pada penyalahgunaan anabolic steroids yang berbahaya. Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa enam hingga tujuh persen anak laki-laki usia sekolah menengah menggunakannya.
Meskipun sulit untuk disembuhkan, pada tingkat percobaan menunjukkan bahwa pemberian anti depresi dalam dosis ekstra tinggi seperti Prozac dan terapi kognitif dapat efektif.


 http://www.fitnessmania-fitnessmania.blogspot.com/

KEJURNAS KARATE KADET & JUNIOR PIALA MENDAGRI XVI/2012


                                                                                                        




Apr 10, '12 11:51 PM
untuk semuanya
Mulai:     Jun 1, '12 09:00a
Berakhir:     Jun 13, '12 5:00p
Lokasi:     GOR Arie Lasut Jl. A. A Maramis Kayuwatu Manado., SULUT
INFORMASI AWAL PENYELENGGARAAN KEJUARAAN NASIONAL
PIALA MENDAGRI XVI TAHUN 2012 DI MANADO

A. KEGIATAN, WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN.

1. PENDAFTARAN
Pendaftaran peserta kejuaraan:
Tanggal : 10 April s/d 29 Mei 2012
Pukul : 08.00 wita s/d 20.00 wita
Tempat : Gedung Pemuda KNPI Kompleks GOR KONI Sario Manado-Sulawesi Utara

Pendaftaran peserta penataran wasit dan juri :
Tanggal : 10 April s/d 26 Mei 2012
Pukul : 08.00 wita s/d 20.00 wita
Tempat : Gedung Pemuda KNPI Kompleks GOR KONI Sario Manado-Sulawesi Utara

2. TIMBANG BADAN.

Hari/ Tanggal : Rabu, 30 Mei 2012.
Pukul : 08.00 wita s/d 21.00 wita
Tempat : Gedung Pemuda KNPI Kompleks GOR KONI Sario Manado-Sulawesi Utara

3. PENATARAN/ REFRESHING WASIT DAN JURI.

Hari/ Tanggal : Selasa –Kamis, 29 – 31 Mei 2012
Pukul : 08.00 wita s/d selesai
Tempat : Grand Kawanua Convention Centre
Jl. A. A Maramis Kayuwatu Manado
Cat: Alternative : Nyiur Melambai Restaurant (Samping GOR Arie Lasut)
Jl. A. A Maramis Kayuwatu Manado.

4. TEHNICAL MEETING
Hari/ Tanggal : Kamis, 31 Mei 2012
Pukul : 14.00 wita s/d 20.00 wita
Tempat : Gedung Pemuda KNPI Kompleks GOR KONI Sario Manado-Sulawesi Utara

5. PELAKSANAAN KEJUARAAN
Hari/ Tanggal : Jumat – Minggu, 1 – 3 Juni 2012
Pukul : 08.00 wita s/d selesai
Tempat : GOR Arie Lasut Jl. A. A Maramis Kayuwatu Manado

B. KATEGORI USIA DAN NOMOR-NOMOR PERTANDINGAN

1. KATEGORI KADET : USIA 14 & 15 TAHUN.
Kelahiran 01 Januari 1997 s/d 31 Desember 1998
Kelas-kelas yang dipertandingkan :

A. Putra :
- Kata Perorangan
- Kumite – 52 kg
- Kumite – 57 kg
- Kumite – 63 kg
- Kumite – 70 kg
- Kumite + 70 kg

2. KATEGORI JUNIOR : USIA 16 & 17 TAHUN
Kelahiran 1 Januari 1995 s/d 31 Desember 1996
Kelas-kelas yang dipertandingkan :
Putra :
- Kata Perorangan
- Kumite – 55 kg
- Kumite – 61 kg
- Kumite – 68 kg
- Kumite – 76 kg
- Kumite + 76 kg

Putri :
- Kata Perorangan
- Kata Beregu Gabungan (Kadet & Junior)
- Kumite – 48 kg
- Kumite – 53 kg
- Kumite – 59 kg
- Kumite + 59 kg.

Untuk Nomor Kata Beregu usia 14 – 17 Thn ( digabung) Kelahiran 1 Januari 1995 – 31 Desember 1998.

C. PERWASITAN.

Wasit/juri yang telah lulus saat mengikuti ujian di Bandung saat Bakri Cup pada tgl. 18 Januari 2012, tidak diperbolehkan mengikuti ujian pada kesempatan ini.

D. PROPOSAL.

Proposal lengkap penyelenggaaan Kejurnas Piala MENDAGRI XVI tahun 2012 akan dikirim kemudian.

E. KONTAK PERSON.

Untuk mengetahui / mendapatkan informasi serta bantuan Panitia pelaksana, dapat menghubungi nama-nama di bawah ini :

Tugas Mata Kuliah Teknologi Informasi

Di bawah ini tugas-tugas mata kuliah TI dalam 1 semester :

1.Pembuatan soal-soal TI. DISINI
2.Makalah Microsoft Word. DISINI
3.Daftar isi. DISINI
4.Daftar Nilai. DISINI
5.Microsoft Equation. DISINI
6.Peta. DISINI

Senin, 04 Juni 2012

Resep Sang Atlet Juara




Jika sudah memutuskan untuk menjadi seorang atlet, maka totalitas dan profesionalitas wajib dipenuhi, dan tidak boleh ditawar. Di bawah ini ada sedikit tips menjadi atlet professional:
  1. Wajib latihan rutin baik di tempat latihan atau di rumah. Tidak ada istilah “malas”, harus terus berlatih dan berlatih, ingat bahwa di atas langit masih ada langit, jadi jangan pernah berpuas diri.
  2. Pandai membagi waktu. Karena jadwal latihan yang padat, maka kita harus pandai dalam membagi waktu antara latihan, studi, refreshing, keluarga, dll. Jangan sampai salah satu terabaikan.
  3. Disiplin. Disiplin dalam mengatur pola makan dan gaya hidup sehari-hari. Tidur malam jangan sampai lebih dari jam 10 malam, agar kondisi fisik tetap terjaga, tidak merokok, dan minum minuman keras.
  4. Menjaga pergaulan. Pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik, pengaruh pergaulan yang buruk dapat menular pada kita, jadi selektiflah dalam memilih teman. Bukan berarti kita menjauhi, sekadar “say hello” saja sudah cukup.
  5. Rendah hati. Jangan malu untuk bertanya pada siapapun, jangan gengsi untuk bertanya. Ciri-ciri orang yang rendah hati, salah satunya adalah memiliki keinginan untuk terus belajar. Dan jangan ragu untuk meminta saran dari orang lain mengenai kemampuan kita.
  6. Pantang menyerah. Kegagalan bukan suatu akhir dari perjuangan, kegagalan merupakan batu loncatan untuk kita untuk menjadi semakin lebih baik lagi. Tiap pertandingan ada yang menang dan ada pula yang kalah, tidak mungkin semuanya naik podium kan? Kalah menang adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah kita harus maksimal dan sudah berusaha mengalahkan diri sendiri terlebih dahulu.
  7. Berdoa dan beribadah. Poin yang satu ini wajib dilakukan sebelum kita melakukan poin 1 di atas. Tuhan lah yang mengatur hasil usaha kita, baik itu berhasil atau gagal, itu semata-mata demi kebaikan kita. Mendekatkan diri pada Tuhan, mampu melawan rasa cemas dan takut kita, tidak ada atlet jagoan tanpa campur tangan Tuhan, beribadah dan berdoa menunjukkan bahwa kita rendah hati dan membutuhkan pertolongan dari Tuhan.
Disadur:http://lemkarigianyar.blogspot.com/

Membaca Serangan Lawan dalam Pertarungan Kumite


                               Untuk dapat mengalahkan lawan dalam sebuah pertarungan Kumite dibutukan keterampilan dalam mengantisipasi serangan lawan. Untuk itu selain kecepatan dan kereflekan dari gerakan kita dibutuhkan, juga yang paling penting kita dapat membaca pikiran Lawan Bertarung kita Jadi sebenarnya yang paling terpenting dalam suatu pertarungan Kumite adalah kita dapat membaca pikiran lawan kita. Untuk dapat membaca pikiran lawan kita dibutuhkan ketenangan pikiran. Pikiran kita harus setenang mungkin tidak boleh ada perasaan gelisah, cemas, grasah-grusuh, takut dan semacamnya. Dalam bertarung, kita harus mengikuti prinsip Karate yaitu Mizu no Kokoro (pikiran layaknya air) dan Tsuki no kokoro (pikiran layaknya bulan). Dalam Mizu no kokoro (pikiran layaknya air), kita dituntut untuk memiliki pikiran yang tenang setenang air dalam bertarung. Sebab pikiran yang setenang air mampu memantulkan semua benda disekitarnya, termasuk jalan pikiran musuh. Sedangkan dalam Tsuki no Kokoro (pikiran layaknya bulan) kita dituntut untuk menganggap lawan kita sebagai bulan yang menerangi keadaan di sekitarnya, sehingga kita dapat melihat benda2 di sekitar kita, termasuk melihat peluang2 untuk melancarkan  Poin serangan ke musuh atau melihat kelemahan pertahanan pada lawan. Dalam hal ini kita membiarkan lawan melancarkan beberapa serangan sambil kita melakukan gerakan menangkis dan menghindar. Kemudian sambil melakukan kedua perinsip tersebut secara bersamaan, perlahan-lahan tabir kelemahan pertahanan lawan mulai terungkap. Dan disaat itu kita melancarkan serangan ke arah lawan Itulah  sedikit tip dan trik dalam Pertarungan Kumite tentang bagaimana mengalahkan lawan Kumite dalam sebuah pertandingan beladiri,Dengan  menjalankan dan merasakan prinsip Karate Mizu no kokoro (pikiran layaknya air) dan Tsuki no kokoro (pikiran layaknya bulan) adalah benar.

Jadi kedua prinsip itu dapat kita terapkan ketika melakukan sparing (pertarungan) bersama beberapa rekan.
Pertanyaan apa yang membuat anda menang dalam pertarungan kumite?
untuk menemukan jawaban yaitu mengikuti dua prinsip Karate itu.

Lalu Satu pertanyaan lagi pada diri sendiri, apa yang membuat anda sukses melakukan dua perisip itu?
Jawabannya adalah karena kamu berpikiran tenang saat menghadapi lawan.

Kemudian muncul pertanyaan lagi :kalau begitu apa yang membuat pikiran dan perasaan anda tenang pada saat itu?
setelah menggali dan terus menggali ternyatan jawabannya yaitu karena merupakan akumulasi proses panjang selama kamu latihan, jadi dengan latihan yang teratur, serius menghayati, dan konsisten akan memberikan perasaan yakin pada dirimu sendiri sehingga dengan mudah pikiranmu akan tenang.

Apa yang jadi penyebab anda bisa menenangkan pikiran anda dibandingkan dengan dulu padahal dulu dan sekarang sama2 giat berlatih?
Ternyata jawabannya adalah pada teknik2nya.

Berikut Tips2 teknik cara membaca serangan lawan dari saya:

           1.
Perhatikan/ arahkan pandangan kita pada daerah sekitar kepala lawan, terutama daerah sekitar mata lawan. Jangan sekali2 pandangan kita mengarah kepada tangan/kaki lawan ataupun keduanya sebab pandangan yang tertuju selain pada kepala akan mudah dimanipulasi lawan ujung2nya lawanlah yang dapat membaca pikiran kita dan kitapun malah jadi smakin grogi. Dengan mengarahkan pandangan kita ke bagian kepala musuh maka akan proses membaca pikiran lawanpun akan dimulai.

                 2.Tahap kedua, ketika kita mengarahkan pandangan kearah kepala lawan maka kita selanjutnya diharuskan menenangkan pikiran, jadi secara serentak kita menenangkan pikiran dan mengarahkan pandangan ke sekitar kepala lawan. Pada tahap ini kita sebenarnya sedang mempercepat proses pembacaan pikiran lawan. Makin tenang dirimu makin mudahlah anda membaca pikiran lawan anda. Hal2 yang harus diperhatikan pada tahap ini adalah:
                          
 2.a.Jangan takut ketika pandangan kita hanya tertuju ke kepala lawan seolah2 kita tidak mengawasi/waspada terhadap anggota tubuh lain yang menjadi alat  penyerang seperti tangan dan kaki. Sebab ketika kita memandang kearah kepala lawan disamping pikiran kita tenang juga harus disertai dengan keyakinan bahwa latihan rutin yang selama ini kita jalankan akan memberikan dampak yang significan pada diri kita,terutama meningkatkan gerak reflek kita saat diperlukan pada situasi dan kondisi tertentu. Pikiran kita jangan juga memikirkan gerakan/teknik apa yang harus kita keluarkan melainkan pikiran kita harus dikondisikan tanpa beban, biarlah mengalir seperti air mengikuti gerak-gerik lawan.
2.b.
Setelah kita menatap ke arah kepala, menenangkan diri dan yakin jangan lupa untuk menerapkan prinsip Karate yang kedua yaitu Tsuki no Kokoro (pikiran layaknya bulan). Biarkanlah lawan menyerang sebanyaknya sampai kita tahu dimana letak kelemahannya. Pada umumnya prinsip ini bertujuan menembus benteng pertahanan lawan. Ketika kelemahan lawan sudah diketahui maka buru2 lansung kita balas dengan serangan kita.
2.c. Pada saat kita menatap kearah kepala lawan kita dan kita sudah berhasil membaca pikiran lawan tetapi setelah itu sulit membaca pikiran lawan lagi, maka jangan putus asa. Arahkan pandangan kita terus pada daerah sekitar kepala, terutama pada kedua mata lawan. Biasanya sekali kita bisa melakukannya seterusnya akan bisa.Pada intinya keberhasilan kita memenangkan suatu pertarungan atau perkelahian di pengaruhi oleh:
  1.  Ketenangan pikiran kita, semakin tenang pikiran kita semakin bisa untuk membaca serangan lawan (jangan lupa untuk terus menatap daerah kepala lawan terutama mata)
  2.  Ketenangan pikiran kita dipengaruhi oleh keyakinan kita, Maka untuk memperkuat keyakinan kita adalah dengan latihan karate yang disiplin dan benar. Juga dapat pula ditambah dengan Berdoa dgn mengucapkan Doa yang penuh harapan untuk dapat memenangkan pertandingan Kumite ini..
Itulah sekilas pengalaman  yang berharga, semoga dapat membawa mamfaat buat pembaca.

Prinsip Psikologis Karate


Sejak karate melibatkan kontak langsung antara dua orang atau lebih, faktor psikologis memainkan sebuah peranan penting. Dalam banyak hal, mereka dengan kekuatan psikologis yang lebih baik mampu menang sekalipun kalah secara fisik. Meskipun kondisi kejiwaan ini datang secara alamiah, namun kemudian menjadi hal penting dalam latihan karate. Contohnya akan dijelaskan dibawah ini, yang mana merupakan konsep lama dari masa lalu namun menawarkan pendekatan yang lebih luas. Mizu no Kokoro (pikiran layaknya air)

Istilah ini, bersama dengan istilah yang berikutnya, sebelumnya digunakan oleh para master karate sebagai penekanan dalam metode mengajar. Keduanya mengarah pada sikap mental yang dibutuhkan saat menghadapi lawan yang sebenarnya. Mizu no Kokoro berhubungan dengan pentingnya berpikir tenang, seperti permukaan air yang tenang.

Untuk memahami ungkapan ini lebih jauh, pikirkan bahwa air yang tenang mampu memantulkan semua bayangan benda dalam jangkauannya secara utuh. Dan jika pikiran selalu dalam kondisi seperti ini, maka pemahaman pada kemampuan lawan (baik fisik dan psikologisnya) akan terjadi dengan akurat dan segera. Dan begitu pula dengan respon bertahan dan menyerang akan terarah dan akurat.

Sebaliknya, jika permukaan air itu terganggu maka bayangan benda juga akan kabur. Secara analogi, jika pikiran dipenuhi dengan keinginan untuk menyerang dan bertahan, maka tidak mampu membaca keinginan lawan. Akhirnya justru menciptakan sebuah peluang bagi lawan untuk menyerang.

Tsuki no Kokoro (pikiran layaknya bulan)

Konsep ini berarti pentingnya kesadaran total kepada lawan berikut gerakannya, mirip cahaya bulan yang menerangi semua benda dalam jangkauannya. Dengan mengembangkan kemampuan ini sepenuhnya, kesadaran kita akan selalu waspada saat pertahanan lawan terbuka.

Awan yang menutupi cahaya bulan serupa dengan rasa gugup atau gangguan untuk memahami gerakan lawan yang benar. Dan hal itu berarti mustahil menemukan sebuah celah untuk melancarkan teknik yang sesuai.

Pikiran dan Keinginan yang Menyatu

Dalam menggunakan analogi moderen, jika pikiran dibandingkan dengan speaker telepon, maka keinginan sama dengan arus listrik. Tidak masalah sesensitif apapun speakernya, jika tidak ada arus listrik, maka komunikasi tidak mungkin terjadi.

Sama saja, sekalipun kau memahami gerakan lawan dengan benar, dan sadar akan sebuah serangan, namun tidak ada keinginan untuk bertindak maka tidak akan ada teknik efektif yang muncul. Pikiran dapat menangkap munculnya serangan, namun keinginan harus diaktifkan untuk melancarkan teknik yang dibutuhkan (Fokushotokan).

Artikel ini dikutip dan diterjemahkan dari buku “Karate – The Art of Empty Hand Fighting” yang ditulis oleh Hidetaka Nishiyama dengan judul aslinya “Psychological Principles”. Editing dan alih bahasa oleh Fokushotokan.
Sumber: http://indoshotokan.blogspot.com/

Jiwa Karate-do – Posisi Tubuh dan Gerakan yang Pertama (2)



Peserta tampil sangat mengesankan dengan serangan dan bertahan yang cepat, bertenaga dan tekniknya terkontrol dengan baik. Peserta kata menampilkan gerakan yang cepat dan indah. Baik kumite dan kata berhasil membuat penonton terkesan. Tak ada satupun peserta yang cedera dalam pertarungan bebas itu.

Kompetisi yang terbilang baru itu berhasil dengan sukses. Itulah awal dari pertarungan bebas yang ditampilkan dalam turnamen karate di penjuru dunia pada hari ini. Akhirnya sebuah bentuk pertarungan yang mendekati nyata tampil ke hadapan publik.
Seperti yang kau ketahui, aku berhasil mengatasi kebimbangan dengan membuat turnamen karate. Namun demikian aku masih saja khawatir tentang satu hal. Seiring makin populernya kompetisi karate, praktisinya menjadi terobsesi dalam kemenangan semata. Yang paling banyak dipikirkan adalah bagaimana meraih angka sebanyak-banyaknya, dan begitu cepatnya kompetisi tampaknya telah menghilangkan karakter sebenarnya dari karate.

Dalam hal ini, kompetisi akan menurunkan kualitas karate menjadi sekedar aksi saling pukul saja. Lebih dari itu, aku tidak mampu menyatakan apakah gagasan pertarungan bebas adalah jiwa dari karate seperti yang diajarkan oleh Master Gichin Funakoshi, pendiri dari karate-do. Seperti yang kalian ketahui, jiwa dari karatenya membutuhkan sebuah standar etika yang tinggi.

Seni orang yang berbudi luhur

Master Funakoshi sering menyebutkan sebuah pepatah lama Okinawa, ”karate adalah seni dari orang-orang yang berbudi luhur.” Tidak perlu dikatakan lagi, bagi praktisi karate untuk tidak menyombongkan atau bahkan memamerkan teknik mereka dengan alasan apapun yang menentang jiwa karate-do.

Makna karate-do menjadi lebih dalam sebagai usaha untuk menguasai teknik bela diri. Tidak seperti olahraga pada umumnya, karate-do mempunyai jiwanya sendiri. Untuk menjadi seorang master yang sejati adalah untuk memahami jiwa karate-do sebagai sebuah jalan bela diri. Karate-do telah tumbuh semakin populer hari ini, dan jiwa karate-do sangat mudah diterima oleh pikiran kita. Disini aku ingin membahas tentang jiwa karate-do, kembali ke akarnya sebagai jalan bela diri.

Dikatakan bahwa karate tidak mempunyai sikap menyerang lebih dulu (sente). Hal itu menjadi sebuah peringatan bagi praktisinya untuk tidak menyerang lebih dulu. Dan secara bersamaan, sebuah larangan keras menggunakan teknik karate tanpa pertimbangan. Para master karate, terutama Master Funakoshi, benar-benar memperingatkan muridnya dengan mengulang kalimat itu berkali-kali.

Kenyataannya, hal itu memang menunjukkan jiwa dari karate-do. Dalam karate, kekuatan dari seluruh tubuh difokuskan pada satu titik, seperti tinju atau kaki, sehingga daya perusak yang besar akan hilang seketika. Karena itulah ada peringatan: Pikirkan bahwa kedua tangan dan kakimu sebagai pedang. Dalam sebuah turnamen, tinju atau tendangan dari si penyerang diarahkan pada sasaran sekitar beberapa inci dari badan lawan agar tidak mencederainya.

Diluar pertimbangan tentang daya perusak karate, ada nasihat: Tidak ada serangan lebih dulu dalam karate. Semangat itu terwujud dalam kata, bentuk kembangan yang menjadi inti latihan karate-do. Karate mempunyai dua macam latihan: kata dan kumite.

Kata adalah bentuk yang mengkombinasikan serangan dan bertahan seolah menghadapi 4 atau 8 lawan dari arah kanan, kiri, depan dan belakang. Sejauh yang kutahu, ada 40 atau 50 macam kata. Masing-masing dimulai dengan sikap bertahan (uke). Kau boleh saja mengatakan karena karate dilahirkan sebagai sebuah seni bela diri, wajar saja tidak mempunyai sikap menyerang lebih dulu.

Hal itu memang benar, namun jika kau langsung menyimpulkan dari kalimat, “karate tidak mempunyai sikap menyerang lebih dulu,” dengan kau dapat menahan serangan semaumu, kau belum memahami jiwa karate-do sepenuhnya. Makna sesungguhnya dari kalimat itu adalah lebih dalam.

Penjelasan lain dari menghindari sikap menyerang lebih dulu adalah praktisi karate tidak seharusnya menciptakan suasana yang dapat menimbulkan perselisihan. Mereka juga tidak sepantasnya mendatangi tempat-tempat dimana masalah sering terjadi. Untuk menjalani larangan itu, maka praktisi karate harus menanamkan sikap yang ramah dan berjiwa besar pada sesama.

Itulah semangat yang terkandung dalam kalimat, “karate tidak mengenal sikap menyerang lebih dulu”. Dan semangat itu menjadi jiwa karate-do. Seorang master berkata, ”karate adalah sebuah usaha untuk menghindari masalah. Kita tidak akan disakiti orang lain, dan kitapun tidak perlu menyakiti orang lain.” Sementara master yang lain mengatakan, “kedamaian mencegah perselisihan, kekerasan dan kebencian. Karena jika tidak, kau tidak dipercaya dan akan musnah.”

Di bagian paling dasar dari jiwa karate-do tersembunyi keinginan memberikan kedamaian bagi orang banyak. Kedamaian itu berdasarkan pada sopan santun. Dikatakan bahwa budaya seni bela diri Jepang dimulai dan diakhiri dengan memberi hormat. Suatu hal yang sama dengan karate-do.

Master Funakoshi telah mengumpulkan kata dari pendahulunya dan merangkumnya dalam 15 kata untuk berlatih. Salah satunya bernama Kanku, menggambarkan keinginan untuk mencapai kedamaian sebagai jiwa dari karate-do. Tidak seperti kata yang lain, Kanku dimulai sebuah gerakan yang tidak berhubungan dengan teknik menyerang atau bertahan.

Tangan diposisikan bersamaan, telapak mengarah keluar dan praktisinya melihat ke langit melalui celah segi tiga yang dibentuk ibu jari dan jari tangan lainnya. Sikap ini menggambarkan penyatuan diri dengan alam, ketenangan dan keinginan untuk mencapai kedamaian. Praktisi karate selayaknya selalu rendah hati, bersikap ramah dan keinginan mencapai kedamaian. Karate benar-benar sebuah seni dari orang-orang yang berbudi luhur.

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan Masatoshi Nakayama yang berjudul “The Soul of Karate-do - Initial Move and Posture.” yang dimuat dalam majalah Dragon Times. Editing dan alih bahasa pertama kali oleh Bachtiar Effendi (Indoshotokan).
Sumber: http://indoshotokan.blogspot.com/

Kata Shotokan

Posted by karatedo70 on February 12, 2009 at 10:50 AM
ata yang berarti bentuk resmi atau kembangan juga memiliki arti sebagai filsafat. Kata memainkan peranan yang penting dalam latihan karate.

Kata yang berarti bentuk resmi atau kembangan juga memiliki arti sebagai filsafat. Kata memainkan peranan yang penting dalam latihan karate. Setiap kata memiliki embusen (pola dan arah) dan bunkai (praktik) yang berbeda-beda tergantung dari kata yang sedang dikerjakan. Kata dalam karate memiliki makna dan arti yang berbeda. Bahkan kata juga menggambarkan sesuatu. Inilah kata sebagai filsafat.

Karena itulah kata memiliki peranan yang penting sejak jaman dulu dan menjadi latihan inti dalam karate. Gichin Funakoshi mengambil kata dari perguruan Shorei dan Shorin. Shotokan memiliki 26 kata yang terus dilatih hingga kini. Ada yang populer ada pula yang tidak. Masing-masing mempunyai tingkat kesulitan sendiri-sendiri. Karena itu wajib bagi tiap karateka untuk mengulang berkali-kali bahkan ratusan kali.
Kata Arti Nama Asli

Heian Shodan Pikiran yang damai (1) Pinan Nidan
Heian Nidan Pikiran yang damai (2) Pinan Shodan
Heian Sandan Pikiran yang damai (3) Pinan Sandan
Heian Yondan Pikiran yang damai (4) Pinan Yondan
Heian Godan Pikiran yang damai (5) Pinan Godan
Tekki Shodan Satria yang kuat, kuda-kuda yang kuat (1) Naihanchi
Tekki Nidan Satria yang kuat, kuda-kuda yang kuat (2)
Tekki Sandan Satria yang kuat, kuda-kuda yang kuat (3)
Bassai Dai Menembus benteng (besar) Passai
Kanku Dai Menatap langit (besar) Kushanku
Enpi Burung layang-layang terbang Wanshu
Hangetsu Bulan separuh Seishan
Jion Nama biksu Budha, pengampunan Jion
Nijushiho 24 langkah Niseishi
Sochin Memberi kedamaian bagi orang banyak Sochin
Bassai Sho Menembus benteng (kecil)
Kanku Sho Menatap langit (kecil)
Jitte Bertarung seolah-olah dengan kekuatan 10 orang Jitte
Chinte Tangan yang luar biasa Chinte
Meikyo Cermin jiwa Rohai
Jiin Gema Kuil, Dasar kuil
Gankaku Bangau diatas batu Chinto
Wankan Mahkota raja Wankan
Gojushiho Sho 54 langkah (kecil)
Gojushiho Dai 54 langkah (besar) Useishi
Unsu Tangan seperti (menyibak) awan di angkasa Hakko

sumber :  http://www.freewebs.com/karatedo70/apps/blog/show/441899-kata-shotokan-

Sabtu, 02 Juni 2012

SEJARAH KARATE 

Pendiri BKC


VERSI I

Asal-usul karate berasal dari kempo alias seni beladiri tinju Cina (China Boxing) diciptakan oleh Darma, Guru Budha yang Agung, manakala tengah bermeditasi di Biara Shorinji, Mt-Sung, Provinsi Henan, Cina (generasi Darma selanjutnya menyebut beladiri ini dengan nama Shorinji Kempo) yang berakar di Okinawa melalui kontaknya dengan Cina pada medio abad ke-14. Pada abad itu, pengadilan Bakhuco (di bawah penguasa setempat) di Okinawa membuat larangan penggunaan senjata. Itulah sebabnya embrio beladiri karate muncul. Dalam budaya (bahasa) Cina, kempo berasal dari kata kara yang berarti Cina dan te yang berarti tangan. Di Jepang, pada proses perkembangannya kemudian, KARA Berarti kosong dan TE berarti tangan.

Jadi hakikatnya, seni beladiri karate merupakan suatu bentuk beladiri yang mengandalkan tangan kosong. Lahirnya karate sebagai seni beladiri diketahui pada abad ke-19. Adalah Matsumara Shukon (1797-1896) seorang prajurit samurai dan pelindung Raja Soko Okinawa yang berjasa melahirkan seni beladiri karate. Ia menciptakannya dengan menggabungkan unsur seni militer Jepang (bushido). Matsumara adalah pendukung adanya dua kebijakan : latihan militer (fisik) dan kesarjanaan (intelektualitas). Dialah anggota kelas berkuasa di Pulau Ryuku yang berjasa meletakkan pondasi dasar dan pengembangan ilmu karate.

Gichin Funakoshi, penemu shotokan, mengemukakan suatu filosofi bahwa karate yang sesungguhnya adalah dalam kehidupan sehari-hari, pikiran dan tubuh seseorang dilatih dan dikembangkan dalam kerendahan hati. Dan, pada saat-saat kritis, ia akan mengabdi seluruhnya pada keadilan. Pemahaman terhadap karate digambarkan pula sebagai seni perang atau metode beladiri yang meliputi bermacam-macam teknik, termasuk bertahan, menyerang, mengelak, bahkan merobohkan. Latihan karate dapat dibagi menjadi tiga aspek : kihon (dasar), kata (bentuk), kumite (lakuan). KATA karate merupakan kombinasi dari dua karakter (Kata) Jepang: KARA berarti kosong dan TE yang berarti tangan. Maka karate dapat diartikan dengan tangan kosong. Ditambah sufiks (akhiran) do (baca : doe), berarti cara. Jadi, karate-do menerapkan karate sebagai cara hidup yang lebih dari sekedar mempertahankan diri. Dalam karate-do tradisional, kita selalu diingatkan : musuh utama adalah diri kita sendiri. Funakoshi mengatakan, Pikiran dan teknik menjadi satu dalam karate. Kita berusaha membuat teknik fisik kita sebagai ekspresi dari apa yang diinginkan pikiran kita, pun meningkatkan pemusatan pikiran kita dengan memahami inti dari teknik fisik. Dengan menyempurnakan gerakan karate, kita juga menyempurnakan jiwa dan mental. Sebagai contoh, meniadakan gerakan dalam gerakan karate yang lemah dan ragu-ragu dapat membantu menghilangkan kelemahan dan keragu-raguan berpikir, begitu pula sebaliknya. Dengan makna itu, karate menjadi suatu cara hidup, dimana kita mencoba untuk menjadi orang yang kuat, tapi bahagia dan penuh kedamaian. Seperti yang dimaksud Tsutomu Ohshima, Kepala Instruktur (Shihan) Shotokan Karate America (SKA), Kita harus cukup kuat mengekspresikan pikiran kita terhadap lawan, kapan saja, dimana saja. Tapi, kita harus tenang mengekspresikan diri kita secara rendah hati. Ada salah satu bentuk latihan karate yang unik dalam SKA. Latihan itu dinamakan latihan khusus, yaitu satu seri dari latihan karate dimana kita mencoba untuk menghadapi diri kita sendiri dan menyempurnakan mental dan jiwa kita.

VERSI II
Sebuah teori mengatakan bahwa asal mula karate berasal dari ilmu bela diri Okinawa. TE atau OKINAWA-TE adalah seni bela diri asli setempat yang telah mengalami perkembangan berabad-abad lamanya, dan kemudian banyak dipengaruhi oleh teknik perkelahian yang dibawa oleh para ahli seni bela diri Cina yang mengungsi ke Okinawa. Sekitar Abad ke5, seorang pendeta Budha yang terkenal bernama Bodhidharma (Daruma Daishi) mengembara dari India ke Cina untuk menyebarkan dan membetulkan agama Budha yang menyimpang selama ini di Kerajaan Liang di bawah Kaisar Wu. Setelah perselisihannya dengan Kaisar Wu karena perbedaan pandangan dalam ajaran agama Budha, Bodhidharma mengasingkan diri di biara Shaolin Tsu di pegunungan Sung di bagian Selatan Loyang Ibukota Kerajaan Wei. Di situlah dia melanjutkan pengajarannya dalam agama Budha dan menjadi cikal-bakal Sekte Zen.

Para Rahib Budha Cina pada waktu itu begitu lemah badannya, sehingga mereka tidak dapat menjalankan pelajaran-pelajarannya dengan baik. Setelah dia tahu hal ini, dia memberikan Buku Kekuatan Fisik kepada murid-muridnya, suatu buku petunjuk mengenai latihan fisik. Buku ini mengajarkan teknik pukulan yang dinamakan 18 Arhat, yang kemudian menjadi terkenal sebagai Shaolin Chuan. Suatu pendapat lain mengatakan, bahwa cerita di atas tadi adalah dongeng semata-mata. Bagaimanapun juga Bodhidharma adalah anak laki-laki ke-3 (tiga) dari Raja India Selatan. Dan sebagai Pangeran, dia ahli ilmu perang yang menjadi salah satu pendidikannya, hal serupa dengan Sakyamuni. Lagi pula hanya orang dengan pikiran dan badan yang kuat yang dapat mengadakan perjalanan yang demikian jauh dan banyak rintangannya.

Seorang ahli ilmu bela diri lain yang sangat terkenal yang muncul pada jaman Dinasti Sung (920-1279 M) adalah Chang Sang Feng (Thio Sam Hong). Awalnya Chang belajar ilmu bela diri pada Shaolin Tsu, kemudian mengasingkan diri di gunung Wutang (Butong). Di tempat inilah dia mengamati macam-macam gerakan binatang, seperti kera, burung bangau, dan ular. Berdasarkan pengamatannya, dia menciptakan gaya perkelahian yang khas dengan pribadinya yang disebut aliran Wutang. Kalau Shaolin Chuan hanya dipraktekkan oleh para Pendeta Budha, maka aliran Wutang ini diperuntukkan orang awam yang tidak ada ikatan dengan aliran Kuil manapun. Chang mengajarkan supaya menerima pukulan lawan dengan gaya lemah gemulai seperti air yang mengalir dan menyerang dengan satu kepastian untuk mengakhiri perlawanan dengan sekali pukul. Ciptaannya didasari dengan gagasan tentang harus adanya gerak melingkar yang luwes dan gerakan ujung yang tajam. Aliran ini selanjutnya punya dampak yang luas di dalam perkembangan seni bela diri di China. Gaya aliran Wutang ini segera tersebar merata di seluruh Wilayah China bagian utara yang pada masa kemudian akan berkembang menjadi Taichi-Chuan, Hsingi-Chuan, dan Pakua-Chuan.

Masih terdapat banyak tokoh seni bela diri yang menciptakan gaya dan aliran masing-masing. Diantaranya Chueh Yuan yang juga pernah belajar di Shaolin Tsu. Pada tahun 1151-1368 M dia berhasil menciptakan aliran baru dengan cara memperluas 18 pukulan Arhat menjadi 72 jurus. Dia berkeliling ke banyak Wilayah China dan kemudian bertemu dengan Po Yu Feng yang menciptakan pukulan Wu Chuan. Keduanya mengadakan kerja sama menciptakan satu aliran baru yang mencapai 170 macam gaya ilmu pukulan, diantaranya Lima Tinju, Tinju Naga, Tinju Harimau, Tinju Bangau, Tinju Macan Tutul, dan Tinju Ular. Di seluruh Wilayah Cina yang begitu luas, berbagai macam gaya dan aliran bela diri dikembangkan, yang akhirnya menyesuaikan diri dengan sifat-sifat lingkungan dimana gaya dan aliran itu berkembang dan dipraktekkan. Namun pada umumnya, berbagai aliran dan gaya yang ada dapat dibagi menjadi dua aliran yaitu aliran UTARA dan aliran SELATAN.

Aliran Selatan berasal dari daerah Cina Selatan di bagian hilir sungai Yang Tse. Karena beriklim sedang, sumber kegiatan ekonomi yang paling utama di wilayah ini adalah pertanian khususnya beras. Rakyat setempat cenderung bertubuh gempal dan kuat karena kegiatan kerja di sawah. Disamping itu di wilayah selatan terdapat banyak sekali sungai, sehingga alat lalu lintas yang utama adalah perahu. Dengan mendayung sehari-hari menyebabkan badan bagian atas lebih berkembang. Maka dengan demikian aliran selatan ini menekankan pada gaya melentur dan penggunaan tangan dan kepala.

Aliran Utara berkembang di wilayah Cina Utara di bagian hulu Sungai Yang Tse, dimana sifat daerahnya adalah pegunungan. Mengingat di wilayah ini banyak orang terlibat dengan perburuan binatang dan penebangan kayu sebagai sumber nafkah. Maka aliran utara ini lebih menekankan pada gerakan yang lincah dan penggunaan teknik tendangan.

Selama masa peralihan dari Dinasti Ming ke Dinasti Ching, sejumlah ahli bela diri China melarikan diri ke negara lain untuk membebaskan diri dari penindasan dan pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh orang-orang Manchu yang menguasai China. Sebagai akibatnya ilmu bela diri China dari Jaman Ming ini disebarkan ke berbagai negara lain termasuk ke Jepang, Korea, Asia Tenggara, dan juga Kepulauan Okinawa. Salah seorang diantaranya Chen Yuan Pao yang menuju ke Jepang, dimana dia selanjutnya mengajarkan gagasan dan teknik Judo. Sampai pada abad ke-15 Kepulauan Okinawa terbagi menjadi 3 (tiga) Kerajaan. Dan pada tahun 1470 Youshi Sho dari golongan Sashikianji berhasil mempersatukan semua pulau di Kepulauan Okinawa di bawah kekuasaannya. Penguasa ke-2 dari golongan Sho, yaitu Shin Sho, menyita dan melarang penggunaan senjata tajam. Kemudian Keluarga Shimazu dari Pulau Kyushu berhasil menguasai Kepulauan Okinawa, tetapi larangan terhadap pemilikan senjata tajam masih terus diberlakukan. Sebagai akibatnya, rakyat hanya dapat mengandalkan pada kekuatan dan ketrampilan fisik mereka untuk membela diri.

Pada saat yang sama, ilmu bela diri dari Cina mulai diperkenalkan di Okinawa melalui para pengungsi yang berdatangan dari Cina yang saat itu sudah dikuasai oleh bangsa Manchu (Dinasti Ching). Diantara para pengungsi itu ada sejumlah ahli seni bela diri dari China. Pengaruh ilmu bela diri dari China ini dengan cepat sekali menjalar ke seluruh Kepulauan Okinawa. Melalui ketekunan dan kekerasan latihan, rakyat Okinawa berhasil mengembangkan sejenis gaya dan teknik berkelahi yang baru yang akhirnya melampaui sumber aslinya. Aliran-aliran seni bela diri TE (aslinya Tode atau Tote) di Okinawa terbagi menurut nama daerah perkembangannya menjadi Naha-te, Shuri-te, dan Tomari-te. Naha-te mirip dengan seni bela diri Cina aliran selatan, khususnya dalam pola gerakan yang dilaksanakan dengan gaya yang kokoh dan sangat tepat bagi orang yang bertubuh besar. Shuri-te mirip dengan seni bela diri Cina aliran utara yang pola gerakannya lebih menekankan kegesitan dan keringanan tubuh. Sementara kaum Shimazu makin memperketat larangan atas pemilikan senjata tajam, latihan pola bela diri TE ini makin berkembang.

Di Jepang sendiri juga telah ada pola bela diri sejak jaman dulu. Diantaranya yang sangat terkenal sampai saat ini ialah gulat Sumo. Dahulu Sumo sifatnya sangat keras dan ganas, dimana para pesertanya diperbolehkan saling pukul dan tendang dan secara mental memang sudah siap mati. Baru pada abad ke-8, pukulan dan tendangan yang mematikan tidak diperbolehkan lagi. Pertandingan Sumo kemudian sudah sangat mirip dengan pertandingan Sumo pada masa sekarang ini. Tokoh seni bela diri China yang mengungsi dari penjajahan bangsa Manchu juga tersebar ke seluruh Jepang. Berbagai macam gaya dan teknik yang mereka sebarkan menyebabkan timbulnya aliran-aliran baru. Di bawah pengaruh dan bimbingan Chen Yuan Pao, aliran Jiu Jitsu atau seni beladiri aliran lunak didirikan oleh beberapa tokoh beladiri Jepang. Konsep bahwa "Kelunakan dapat mengalahkan kekerasan" dinyatakan berasal dari China, dan aliran ini mengembangkan pengaruhnya yang penting pada pola bela diri lainnya. Diantaranya yang sangat populer ialah Judo yang didirikan oleh Jigoro Kano.Karena keuletannya untuk meneliti, melatih, dan mengembangkan diri, Judo telah berhasil diterima merata di seluruh Jepang sebagai satu cabang olah raga modern.

Pada tahun 1923, Gichin Funakoshi yang lahir di Shuri, Okinawa pada tahun 1869 untuk pertama kalinya memperagakan TE atau Okinawa-Te ini di Jepang. Berturut-turut kemudian pada tahun 1929 tokoh-tokoh seperti Kenwa Mabuni, Choyun Miyagi berdatangan dari Okinawa dan menyebarkan karate di Jepang. Kenwa Mabuni menamakan alirannya Shitoryu, Choyun Miyagi menamakan alirannya Gojuryu, dan Gichin Funakoshi menamakan alirannya Shotokan. Okinawa-Te ini yang telah dipengaruhi oleh teknik-teknik seni bela diri dari Cina, sekali lagi berbaur dengan seni bela diri yang sudah ada di Jepang, sehingga mengalami perubahan-perubahan dan berkembang menjadi Karate seperti sekarang ini. Berkat upaya keras dari para tokoh ahli seni bela diri ini selama periode setelah Perang Dunia II, Karate kini telah berkembang pesat ke seluruh dunia dan menjadi olah raga seni bela diri paling populer di seluruh dunia. Masutatsu Oyama sendiri kemudian secara resmi mendirikan aliran Karate baru yang dinamakan Kyokushin pada tahun 1956.

VERSI III
Di Okinawa, sebuah seni bela diri yang misterius dan ajaib yang berasal dari masa lalu telah datang kepada kita. Dikatakan bahwa bahwa seseorang yang mampu menguasai tekniknya dapat mempertahankan dirinya sendiri dengan penuh kesiapan tanpa bergantung pada senjata, dan dapat menampilkan demonstrasi yang luar biasa : memecahkan beberapa papan kayu yang tebal dengan tinjunya atau menendang langit-langit sebuah dengan sebuah tendangan. Dengan Shuto-nya (tangan pisau) dia dapat membunuh seekor lembu dengan serangan tunggal, dia dapat mematahkan batang bambu hijau dengan tangan kosongnya, atau meremukkan batu dengan tangannya.

Beberapa hal yang misterius dan menakjubkan dari seni bela diri ini menjadi inti dari karate-do. Tapi demontrasi semacam itu hanyalah bagian kecil dari karate, memainkan peranan yang sama seperti ujian menebas dalam Kendo (ilmu pedang Jepang). Dan adalah keliru jika berpikir tidak ada lagi selain ini dalam karate-do. Pada kenyataannya, karateka sejati seperti ini : dalam hidup kesehariannya, baik tubuh dan pikiran dilatih dan dikembangkan dalam sebuah semangat kerendahan hati, dan pada saat timbulnya kejahatan, seseorang dapat memberikan usaha terbaiknya demi keadilan.

Karate-do merupakan sebuah seni beladiri  yang aslinya berasal dari daerah Okinawa, kemudian dimodifikasi dan diubah menjadi suatu jalan kehidupan (way of life) oleh  Gichin Funakoshi. Sebelum perubahan ini, karate-do hanyalah merupakan suatu teknik beladiri tanpa senjata dengan hanya mengandalkan tangan dan kaki saja. Meskipun ada beberapa pengaruh dari beladiri China, pengembangan karate-do sangat khas Okinawa dan tentu Jepang. Tuan Funakoshi, dipengaruhi oleh beladiri tradisional dari kepulauan Jepang, seperti Kyudo, Kendo, dan Judo.  Ia memodifiksi karate sampai suatu saat disebut sebagai Karate-Jutsu, sebuah seni bertarung yang menekankan pada aspek filosofinya,  cara ini harus dipelajari sepanjang kehidupan sehari-hari oleh seorang murid karate.hal inilah yang menyebabkan karate disebut sebagai Jalan Kehidupan:Karate-do  (do, berarti jalan). Gichin Funakoshi, selanjutnya, menggabungkan teknik Karate dengan Budo tradisional, memasukan intisari dari Budo ke dalam hati  Karate (suatu jalan seni beladiri yang nyata). Kata Budo dibentuk oleh dua karakter China, bu terdiri dari dua simbol, yang satu artinya menghentikan, yang didalamnya menggambarkan dua senjata, yang artinya menghentikan perselisihan.  Menurut kata Funakoshi sendiri: "Sejak Karate merupakan budo, pengertian ini harus diputuskan secara mendalam dan pukulan sebaiknya tidak digunakan secara sembarangan." Kata karate juga dibentuk oleh dua karakter, yang pertama adalah  KARA (kosong) dan lainnya  TE (tangan).  Kata kosong berarti teknik beladiri Karate tidak memerlukan senjata, hanya menggunakan anggota badan  seperti tangan dan kaki sebagai pengganti senjata. 

SEJARAH KARATE DI INDONESIA

Karate masuk di Indonesia bukan dibawa oleh tentara Jepang melainkan oleh Mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang kembali ke tanah air, setelah menyelesaikan pendidikannya di Jepang. Tahun 1963 beberapa Mahasiswa Indonesia antara lain: Drs. Baud A.D. Adikusumo (Alm). Beliau adalah seorang karateka yang mendapatkan sabuk hitam dari M. Nakayama, JKA Shotokan. Ia mulai mengajarkan karate. Melihat banyaknya peminat yang ingin belajar karate, dia mendirikan PORKI (Persatuan Olahraga Karate-Do Indonesia) yang merupakan cikal bakal FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia). Sehingga beliau tercatat sebagai pelopor seni beladiri Karate di Indonesia. Dan beliau juga pendiri Indonesia Karate-DO (INKADO), kemudian ada juga Karianto Djojonegoro, Mochtar Ruskan dan Ottoman Noh mendirikan Dojo di Jakarta. Mereka inilah yang mula-mula memperkenalkan karate (aliran Shotokan) di Indonesia, dan selanjutnya mereka membentuk wadah yang mereka namakan Persatuan Olahraga Karate Indonesia (PORKI) yang diresmikan tanggal 10 Maret 1964 di Jakarta.

Beberapa tahun kemudian berdatangan ex-Mahasiswa Indonesia dari Jepang seperti Setyo Haryono (pendiri Gojukai), Anton Lesiangi, Sabeth Muchsin dan Chairul Taman yang turut mengembangkan karate di tanah air. Disamping ex-Mahasiswa-mahasiswa tersebut di atas orang-orang Jepang yang datang ke Indonesia dalam rangka usaha telah pula ikut memberikan warna bagi perkembangan karate di Indonesia. Mereka-mereka ini antara lain: Matsusaki (Kushinryu-1966), Ishi (Gojuryu-1969), Hayashi (Shitoryu-1971) dan Oyama (Kyokushinkai-1967).

Setelah beliau, tercatat nama putra-putra bangsa Indonesia yang ikut berjasa mengembangkan berbagai aliran Karate di Indonesia, antara lain Bp. Sabeth Mukhsin dari aliran Shotokan, pendiri Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) dan Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI), dan juga dari aliran Shotokan adalah Anton Lesiangi (pendiri Lembaga Karate-Do Indonesia/LEMKARI, yang pada dekade 2005 karena urusan internal banyak anggota Lemkari yang keluar dan dipecat yang kemudian mendirikan INKANAS (Institut Karate-do Nasional) yang merupakan peleburan dari perguruan MKC (Medan Karate club). Kabarnya, perguruan ini sekarang menjadi besar dan maju, tidak kalah dengan LEMKARI.

Aliran Shotokan adalah yang paling populer di Indonesia. Selain Shotokan, Indonesia juga memiliki perguruan-perguruan dari aliran lain yaitu Wado dibawah asuhan Wado-ryu Karate-Do Indonesia (WADOKAI) yang didirikan oleh Bp. C.A. Taman dan Kushin-ryu Matsuzaki Karate-Do Indonesia (KKI) yang didirikan oleh Matsuzaki Horyu. Selain itu juga dikenal Bp. Setyo Haryono dan beberapa tokoh lainnya membawa aliran Goju-ryu, Bp. Nardi T. Nirwanto dengan beberapa tokoh lainnya membawa aliran Kyokushin. Aliran Shito-ryu juga tumbuh di Indonesia dibawah perguruan GABDIKA Shitoryu (dengan tokohnya Dr. Markus Basuki) dan SHINDOKA (dengan tokohnya Bp. Bert Lengkong). Selain aliran-aliran yang bersumber dari Jepang diatas, ada juga beberapa aliran Karate di Indonesia yang dikembangkan oleh putra-putra bangsa Indonesia sendiri, sehingga menjadi independen dan tidak terikat dengan aturan dari Hombu Dojo (Dojo Pusat) di negeri Jepang.

Pada tahun 1972, 25 perguruan Karate di Indonesia, baik yang berasal dari Jepang maupun yang dikembangkan di Indonesia sendiri (independen), setuju untuk bergabung dengan FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia), yang sekarang menjadi perwakilan WKF (World Karate Federation) untuk Indonesia. Dibawah bimbingan FORKI, para Karateka Indonesia dapat berlaga di forum Internasional terutama yang disponsori oleh WKF.

Karate ternyata memperoleh banyak penggemar, yang implementasinya terlihat muncul dari berbagai macam organisasi (Pengurus) karate, dengan berbagai aliran seperti yang dianut oleh masing-masing pendiri perguruan. Banyaknya perguruan karate dengan berbagai aliran menyebabkan terjadinya ketidakcocokan diantara para tokoh tersebut, sehingga menimbulkan perpecahan di dalam tubuh PORKI. Namun akhirnya dengan adanya kesepakatan dari para tokoh-tokoh karate untuk kembali bersatu dalam upaya mengembangkan karate di tanah air sehingga pada tahun 1972 hasil Kongres ke IV PORKI, terbentuklah satu wadah organisasi karate yang diberi nama Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia, FORKI.

Sejak FORKI berdiri sampai dengan saat ini kepengurusan di tingkat Pusat yang dikenal dengan nama Pengurus Besar/PB. telah dipimpin oleh 6 orang Ketua Umum dan periodisasi kepengurusannyapun mengalami 3 kali perubahan masa periodisasi yaitu : periode 5 tahun (ditetapkan pada Kongres tahun 1972 untuk kepengurusan periode tahun 1972–1977) periodisasi 3 tahun (ditetapkan pada kongres tahun 1997 untuk kepengurusan periode tahun 1997-1980) dan periodisasi 4 tahun (Berlaku sejak kongres tahun 1980 sampai sekarang). 
http://bandung-karate-club.blogspot.com/2012/01/sejarah-karate.html